Notification

×

Today's quote

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Skrip Podcast #5 : Tutor Keliling Dunia

19 Mei 2021 | Mei 19, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-05-18T23:26:36Z

 BINCANG TOKOH HEBAT


TUTOR BANGKIT MEMPERKOKOH INDONESIA

PODCAST DPP FTPKN Episode 5

“Keliling Dunia, Berkah Menjadi Tutor Kesetaraan”


Host: HarisShafifix 

Narasumber: Rahmi Muliani, S.Pd 


Tamu : Bapak H. Elvis Betrizon Calibro

Host: Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Halo apa kabar semuanya tutor-tutor hebat di seluruh Indonesia, ketemu lagi di Podcast kita yang berikutnya Podcast TVTara dengan DPP FTPKN. Jangan kemana-mana teman-teman semuanya tutor hebat, karena hari ini kita punya edisi yang sangat special. Yang pertama Kalau kemarin itu udah ngobrolin tentang dari daerah Kalimantan dari daerah Jawa yang sekarang kita akan bergerak pindah ke daerah yang naik naik ke puncak bukit bukan gunung, Seseorang yang yang luar biasa dari daerah Bukittinggi Sumatera Barat, pastinya dari beliau ini kalau dilihat dari judulnya sampai keliling dunia, dari pendidikan kesetaraan berkahnya itu bisa sampai keliling dunia, negara-negara mana aja. Penasaran, tapi nanti kita simpan dibelakang. Tadi Haris sudah ngobrolin masalah tentang Sumatera Barat, kita akan ketemu dengan bapak satu ini Bapak Haji Elvis Betrizon yang akan memberikan kata sambutan terlebih dahulu sebagai awal kita ini. Kepada yang terhormat Bapak silahkan


Tamu: 

Makasih Mas Haris, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua senang sekali dan bangga sekali pada hari ini dapat mempersembahkan salah seorang tutor hebat, terbaik di Ranah Minang, beliau adalah termasuk sang jawara yang sudah menasional, dan dalam kegiatan tutor di Sumatera Barat beliau sering mentoring teman-teman tutor yang lainnya.


 Alhamdulillah di kepengurusan kita diperiode ini beliau adalah salah seorang pengurus kami di bidang Harlindung cocok sekali dengan apa yang sudah di sampaikan. Beliau adalah tutor di SPNF SKB Kota Pariaman, dan barangkali tentu kami juga akan sangat bangga sekali menunggu informasi dan pengalaman beliau. beliau juga adalah salah satu narasumber kegiatan yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Barangkali itu saja dan mudah-mudahan apa yang akan kita dapatkan bermanfaat bagi kita semua. Mas haris singkat saja Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh 


Host: 

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Luar biasa sekali Pak Elvis sudah nyampein bahwa profil beliau ini sedikit bocoran ternyata memang bagian dari Harlindung di DPD Sumatera Barat, dan beliau juga aktif sekali dalam tulis menulis, makanya Haris bilang kalau di akhir beliau akan bagi-bagi tulisan beliau yang sifatnya butuh ada lima dorprize so don’t go anywhere and follow our Twitter, Instagram kemudian YouTube dan sebagian nonton karena siapa tahu anda yang kebagian bukunya. Yang namanya buku itu jendela dunia, bisa melihat dunia apalagi materi kita, narasumber kita kali ini memang sudah keliling dunia, jadi apa yang dia tulis pengalaman banget yang pasti seru. 

Langsung aja kita kan mulai, kalau denger nama panggilannya tadi Pak Elvis merahasiakannya tadi, kita sambut narasumber kita yang luar biasa yang luar biasa, Uni Ami selamat datang Assalamualaikum 


Narasumber: 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Host:

Waalaikumsalam, Gimana Uni sehat kabarnya? 


Narasumber

:

Alhamdulilah sehat sekali, apalagi lihat semangatnya Mas Haris tambah semangat


Host

:

hari ini puasa nggak 


Narasumber

:

puasa 


Host

:

Berarti udah nyiapin masak rendang nanti buka sore, itu salah satu makanan yang terlezat di dunia dan masuk dalam warisan dunia rendang dari Padang. Kapan-kapan saya dimasakin rending ya Uni!


Narasumber

:

Ya, main ke Padang aja.


Host

:

InsyaAllah, baiklah guys kita akan ngomongin prestasi Uni yang satu ini. Beliau nama lengkapnya adalah Rahmi Mulyani S.Pd, sekarang profesinya itu ada di SKB PNF Bukit di Bukittinggi, biasanya kalau S.Pd jadi guru formal, kemudian guru di SD SMP SMA ada matematika karena Uni ini background nya adalah matematika tiba-tiba melamar SKB, gimana bisa tahu tentang SKB, bisa di ceritakan Uni? 


Narasumber

:

Sebenarnya gini, wisudanya Oktober 2013 sudah mengajar di SD sambil buka les karena kebetulan Jurusan Matematika itu kan peluang ngajarnya ngajar les, jadi karena kesibukan ngajar les tambah lagi orang tuanya kebetulan ibu sekarang sudah almarhum waktu itu masih stroke, kayaknya kalau ngajar di sekolah formal dipagi, terus kalau ngajar ngajar les Sore harinya jadwalnya jadinya full. Waktu itu ada tawaran di sekolah SD yang bagus tapi ada yang nelpon juga dari SKB, katanya di SKB butuh guru matematika. Sebelumnya Ami juga nggak tahu SKB itu apa, belum pernah dengar padahal lokasinya itu memang paling ujung dari kota Bukittinggi kalau bagi yang sudah pernah ke SKB Bukittinggi. 


Host

:

Dari rumah Uni Jauh enggak?


Narasumber

:

Sebenernya kalau dari ukur jarak nya dekat, tapi harus muter jauh jadinya, angkotnyapun susah. Cuman wakru itu pertimbangannya karena jam mengajarnya hanya sebentar, nanti bisa full ngajar les makanya mengambil mengajar di SKB. 


Host

:

Oke, Sekarang what is your first impression, apa kesan pertama Uni mengajar di SKB? anak-anaknya gini banget ya!


Narasumber

:

Sekarang sudah gedung baru, terima kasih untuk pemerintah pusat maupun daerah yang sudah membangun. Kalau waktu pertama kali Ami datang ke sana itu kayak ruang hantu, karena jendelanya sudah bolong, daun-daunnya masuk, pintunya sudah nggak ada, listriknya nggak ada jadi ruangannya agak gelap kalau hari hujan itu susah nulis di dalam karena gelap. 


Host

:

Ya Allah, itu tahun berapa Uni? 


Narasumber

:

Tahun 2014 sampai 2017 masih seperti itu. 


Host

:

Trus ada renovasi dan sebagainya?


Narasumber

:

Ya Alhamdulillah, sekarang sudah gedung baru, malahan kami menjadi tempat pelaksanaan UPK di kota Bukitinggi untuk tahun ini.


Host

:

Congratulation keren banget, ternyata dari sejarah itu menghadirkan sosok-sosok yang seperti Uni Ami ini yang prestasinya nanti kita obrolin lebih lanjut sampai keliling dunia itu seperti apa. Jangan kemana-mana, Haris langsung dulu mau nanya tentang Uni di situ sudah terhitung 2014, terhitung lama Uni mengajar ada nggak sesuatu yang memikat hati Uni akhirnya nggak mau ngajar-ngajar ke yang lain, mau di SKB aja deh I Love SKB, ada nggak? 


Narasumber

:

Mengajar di nonformal atau sekolah kesetaraan itu kayak punya tantangan setiap hari. Kenapa? Karena murid yang hadir itu dengan bermacam background alasan, dengan bermacam masalah. Jadi kita seperti punya tantangan terus. Ini contoh saja kalau di SKB Bukittinggi ada karena memang nakal, ada yang mungkin karena memang ekonominya sangat lemah sehingga tidak mampu di sekolah formal, ada yang karena butuh perhatian, kita harus memikirkan cara apalagi kalau anaknya seperti ini, kita harus pakai gaya apalagi! bisa jadi kadang dia udah 3 minggu nggak masuk, minggu ini baru masuk, berarti kita harus jemput lagi pelajaran sebelumnya untuk dia. Jadi disana kita seperti punya tantangan setiap hari. Harus cara apalagi, metode apalagi agar tujuan pembelajaran kita bisa tercapai.  


Host

:

Wow, jadi itu yang bikin Uni tambah jatuh hati pada SKB gitu ya, jadi ini lain dari biasanya. Ada juga ya ternyata orang yang seperti itu yang suka dengan tantangan, ditantang malah tambah jadi, tambah jadinya apa? bisa berprestasi keliling dunia. 


Narasumber

:

Cukup sulit temanya untuk Bukittinggi karena temanya itu inovasi pembelajaran pada daerah khusus atau daerah terpencil, sementara di Bukittinggi nggak ada daerah terpencil. Jadi awalnya dari Bukittinggi sempat pesimis untuk mengirim, karena kita rasanya bukan daerah terpencil atau daerah khusus, karena sudah membaca juknis jadi Ami mengkaitkannya dengan Kampung KB, kebetulan SKB itu berada di panorama baru yang termasuk Kampung KB kampung Keluarga Berencana. Ami pelajari juga juknis Kampung KB itu apa, dan ternyata salah satu syaratnya adalah angka putus sekolah yang tinggi, jadi itu yang dikaitkan dengan pendidikan nonformal sebagai latar belakang kenapa diadakan di SPN SKB. 


Host

:

Dasarnya memang Sinergi antar Kampung KB kemudian antara itu juga ya?


Narasumber

:

Di sana waktu itu dalam inovasi kan pertama kali ikut Mas Haris, nggak punya bayangan sama sekali, pas di minta oleh Kepala SKB itu rasanya sebuah kebanggaan. Di tingkat kota nggak punya saingan langsung juara satu Alhamdulillah. Di propinsi juara satunya ada lima pesaing dari Mentawai, dari Solok Selatan, dari Pasaman Barat, sama dari Padang kalau enggak salah. Mungkin kelebihannya karena Ami membuat media pembelajarannya yang banyak multifungsi.  


Host

:

Apa waktu itu?  


Narasumber

:

Tabel nafir, disana judul besarnya itu kamus Bill Gates kepanjangannya kartu rumus bilangan dan geometri. 


Host

:

jadi anak-anak belajar matematika melalui itu sebagai medianya? 


Narasumber

:

Jadi medianya diberi nama judul inovasinya kamus Bill Gates, “inovasi pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran matematika paket A”. Media yang dibuat itu bisa digunakan untuk mencari perkalian, bisa untuk menentukan luas bangun datar pecahan dibuat multi fungsi gitu. 


Host

:

Asyik banget ya ternyata. Dari satu media aja bisa membahas beberapa macam materi luar biasa sekali Ami Ini. 


Narasumber

:

Alhamdulillah saya berterima kasih sama juri yang di tingkat pripinsi, karena pada awalnya waktu di tingkat propinsi hanya satu fungsi dari medianya dan jurinya memberikan saran “begini Ibu kalau satu aja nanti untuk materi lain gimana? itu bikin media lagi” katanya. Saya bilang “memang ada media lainnya” “coba Ibu gabungkan satu” itu masukan dari jurinya. Ketika lomba di tingkat Nasional dari 34 provinsi yang mengirim semua, mungkin karena satu-satunya yang membuat media dengan banyak fungsi itu cuman Ami. 


Host

:

Yang lain mungkin hanya satu fungsi aja gitu ya. 


Narasumber

:

Kebanyakan pun yang ikut tutor matematika, karena rata-rata matematika lebih gampang untuk media pembelajaran. 


Host

:

Wow keren banget, ternyaya memang kemenangan seseorang itu ketika bersaing dengan satu almamater, sesama Matematika itu menarik sekali , kita kalau keunggulan pada akhirnya apa. Ini bisa membaca dari satu media bisa kita maksimalkan menjadi beberapa materi dalam satu media, Nah itu luar biasa sekali, sangat penghematan dalam arti materi, waktu, dan energi hemat dalam satu media. Luar biasa sekali.

Uni ngobrolin tentang masalah lomba, Uni kan jadi juara 1, itu emang di hadiah untuk berangkat ke Jerman, kemudian Haris baca lagi juga ke Thailand. Bisa diceritakan kemana saja Uni ini melayapnya? 


Narasumber

:

Mas Haris, mungkin cerita pertama kali saya naik pesawat karena ikut lomba ke Palu, karena ikut tingkat Nasional dan juara satu, baru pertama kali ikut, cuman memang usaha semaksimal mungkin rasanya ikut lomba kerja sebanyak-banyaknya, takutnya nanti pertanyaan jurinya sulit. Alhamdulillah nya lancar sampai juara. Dapat hadiahnya 30 juta, dapa laptop, setelah itu dapat surat cinta dari Kemendikbud kalau menjadi peserta untuk Peningkatan GTK PAUD dan Dikmas ke Jerman.  


Host

:

Oh, ternyata itu bagian dari hadiah yang diberikan untuk peningkatan ke Jerman. oke nah 


Narasumber

:

itu pun yang juara satu aja, tapi yang juara satu pun kami dalam seminggu harus menyiapkan paspor, dan syarat-syarat lainnya. Kebetulan waktu itu belum punya paspor, passwordnya juga cukup berdarah-darah istilahnya, lah perjuangannya.  


Host

:

Tapi demi Jerman dilakoni juga. Mau nanya 30 juta diabisin buat apa?


Narasumber

:

Waktu itu aduh rahasia lah ya,,, 


Host

:

Kalau di yang lain boleh di rahasia, kalau di podcast itu harus disampaikan, special Podcast di tonton banyak orang,,, 


Narasumber

:

Ada digunakan untuk membangun tempat les, yang kedua membeli kebutuhan, dan sedikit ditabung, membeli oleh-oleh.


Host

:

Kalau yang namanya juara itu selain bisa ke Jerman, dapat duit 30 juta, bisa meningkatkan harkat dan martabat derajat juga, pastinya langsung terkenal seBukittinggi, luar biasa sekali.

Kalau mau tutor-tutor hebat kayak Uni Ami terkenal, kemudian punya segudang prestasi, jangan lupa ikut ASTINA, karena ASTINA masih dibuka sampai sekarang. Pendaftaran masih di buka dari tanggal 15 sampai 30 April, seleksi awal tanggal 18 samapai 30 April, seleksi akhir sampai 7 Mei 2017. jadi sampai dengan 30 April nanti is still have a chance for you to send your tulisan, your writing, your work, dan lain sebagainya. Kirim langsung ke kita, pokoknya ke Nasiaonal. Nanti akan di seleksi sama juri-juri yang kompeten, siapa nanti yang juaranya akan seperti Uni Ami Aamiin. Bisa jalan-jalan ke Jerman, ke Thailand juga, apa pula itu, coba! 


Narasumber

:

Mungkin dilanjutkan dulu sebentar ya Mas Haris, ke Jerman itu kan tersisa 2 hari, dan panitia menawarkan kami untuk mampir ke Perancis jadi kami juga singgah ke Perancis, ke menara Eiffel, naik kereta mengunjungi kantor ONESCO, dan baru balik lagi ke Jakarta. Kalau yang ke Thailand itu setelah kamu ikut ke Jerman diundang lagi untuk menulis buku sama Kemendikbud, jadi saya sangat berterima kasih untuk pemerintah karena sudah mengadakan berbagai macam pelatihan untuk kami, dan tidak dipungut biaya, diberi uang saku itu sungguh fasilitas yang dimanfaatkan bagi seluruh tutor, karena kesempatan tidak datang dua kali. Jadi waktu untuk menulis buku itu karena suasana hati mendukung, karena kebetulan kita sudah bahagia jadi juara, lalu pergi ke luar negeri. Yang sedihnya juga ada karena orang tua meninggal, pas diundang untuk menulis buku itu seperti kesempatan “Wah saya memang pengen nulis”. Menulis buku di Surabaya ini bukunya “Tangga Ikhlas Menuju Istana Bahagia”. Di dalam tahun 2017 itu ada 4 kali pelatihan menulis buku, kebetulan Ami ikutnya di Surabaya, ternyata di nilai. Tahun 2019 dapat surat kalau dapat undangan jelajah literasi keThailand karena masuk 10 penulis terbaik waktu itu. Jadi ke Thailandnya karena masuk 10 penulis terbaik kalau di GTK Paud dikmas tahun 2017 itu bersama media guru dan banyak guru lain juga tapi mereka bayar pribadi, hanya kami yang 10 orang yang dibiayai oleh Kemendikbud. 


Host

:

Mantap banget, ternyata yang namanya Uni Ami berprestasi bukan hanya dalam Pendidikan Kesetaraan, tapi tulis-menulis juga dan ini baru buku pertama bisa masuk 10 besar, apalagi buku berikutnya. Dan kalau ngomong tentang bahagia, beliau tidak sendiri lagi ada Rinaldi kalau nggak salah nama-nama apa gitu, nanti kita ngobrol lagi lebih lanjut sama Uni. Tapi Haris mau kasih vitae-vitae tentang foto-foto kegiatan Uni ami dulu yang ada di Jerman, di Thailand dan kegiatan-kegiatan lainnya, yuk kita sama-sama kita lihat.

Mari kita mengajar sepenuh hati maka hal terindah akan datang. Seperti yang tadi kita saksikan, mengajar sepenuh hati ternyata dari situ juga, walaupun tidak mengajar di 3T tapi ternyata Uni Ami bisa menuliskan mengemukakan ide-idenya untuk sekolah pendidikan di 3T dalam karyanya bisa menjadi juara 1 paket A. Juga ternyata kebahagiaan itu muncul ketika jalan-jalan ke luar negeri walaupun orang tua meninggal, tapi juga tulis dalam judulnya “Tangga Ikhlas menuju Istana Bahagia”. Satu pertanyaan lagi itu apa sih Ami kororo itu nama penanya atau nama apanya? 


Narasumber

:

Itu nama dari SMP punya geng ada nama samarannya. 


Host

:

Artinya apa sih Kororo ?


Narasumber

:

Nggak ada ada artinya, makanya sekarang enggak dipakai lagi. 


Host

:

Iya dong, saya juga pingin nanya Rahmi Mulyani Run Wills, what’s the meaning ?


Narasumber

:

Run wills itu nama geng waktu itu.


Host

:

Uni, kalau kita ngomongin soal mendapatkan hadiah seperti itu tadi bisa nggak kasih motivasi buat tutor-tutor hebat kita, sekarang sudah ada yang masuk ke panitia untuk pengumpulan karya nyata, karya tulisnya sebenarnya motivasi Uni sendiri ketika ingin mengikuti ajang lomba itu apa? 


Narasumber

:

Ketika kita di amanahkan untuk mengikuti mewakili Lembaga, berarti kan di sana sudah ada kepercayaan bahwa kita bisa memberikan yang terbaik. Dan ketika kita sudah mendapatkan juknis maka pelajarilah juknis sebaik-baiknya, kadang kit abaca juknis tidak dengan lengkap. Padahal di dalam juknis sudah jelaskan nilai dari naskah kita berapa persen, yang akan dinilai dari naskah itu apa saja, yang kita harapkan semua ada di point penilaian dalam juknis dan sudah kita buat di naskah. Kalau pesannya mungkin motivasinya bagi seluruh tutor di Indonesia maupun pendidik nonformal jika sekarang kita punya kesempatan untuk berkarya, untuk mengikuti lomba lakukan sepenuh hati, dan pelajari juknis-nya sebaik mungkin karena di sana kan sudah ada ketentuannya yang akan dinilai itu apa. Jangan kita lewatkan kesempatan. Kalau di AMI sebenarnya rasanya ketika dipercaya mewakili Sumatera Barat, maka di sana ada tanggung jawab kita membawa nama Sumatera Barat jadi kita lakukan sebaik yang kita bisa. Hasil akhir tentu kita serahkan kepada Allah, kalau kita sudah semaksimal yang kita mampu Insyaallah hasilnya pun juga yang terbaik dan kita tidak menyesal. 


Host

:

Usaha tidak menghianati hasil. 

Uni tadi ngobrol tentang masalah motivasi Uni luar biasa kali. Sekarang kalau kita lihat yang lomba-lomba ini biasanya kan kita nggak tahu kedepannya apa memang juara atau tidak, dan kebetulan Uni kan memang Iuar biasa sekali, dapat berlipat-lipat hasilnya bisa sampai ke Jerman, kemudian sampai ke Perancis, sampai ke Thailand juga. Terkait dengan pengalaman Uni kesana, ada nggak rencana kedepannya mau ngapain lagi mau nulis buku lagi, atau Cuma ngajar di SKB aja, atau apa cita-cita yang belum kesampaian dari seorang Uni Ami? 


Narasumber

:

Kalau kedepannya pingin punya PKBM sendiri, dari pengalaman keluar negeri cuman membayangkan seandainya Indonesia nanti untuk sekolah nonformal dan keterampilan kita kembangkan lagi, TKW kita hanya menjahit, computer mungkin kita bisa tambah lagi dengan hal yang lebih spesifik kayak yang bangunan, nanti mungkin mereka yang punya sertifikat bangunan dari sekolah kita akan lebih bernilai di tempat kerjanya. Seandainya bisa berbuat lebih banyak berbagi, seandainya ide-ide ini bisa disampaikan. Ingin menulis buku kedua nya masih on proses butuh motivasi kayakya, lebih kuat lagi untuk menyelesaikannya. 


Host

:

Oke, itu sudah di tulis atau belum, apa baru mau? 


Narasumber

:

Sudah ditulis kerangkanya sudah, beberapa bagiannya sudah, menunggu endingnya bagusnya yang di tulis ada endingnya, ini endingnya masih ditangan Allah, masih menunggu endingnya.


Host

:

Uni lihat status sekarang bukan mendua mentiga ya?


Narasumber

:

Kemarin anaknya jadi anak surga. 


Host

:

Yang terbaik Uni ya, kita doakan lagi segera dapat momongan lagi dari Allah yang terbaik apapun itu. 

Dengan mendua ini pengalaman Uni luar biasa sampai ke Jerman, ke Thailand, sampai ke Perancis kayaknya suami belum pernah kesana, ngelihat kesuksesan istri tanggapan suaminya seperti apa, merasa tersaingi nggak? 


Narasumber

:

Alhamdulillah, dia bersyukur aja, kebetulan suami itu adalah mantan guru ngaji.


Host

:

Tanggapan beliau seperti apa? 


Narasumber

:

Sayangnya syaratnya yang juara Nasional nggak boleh ikut lagi, sekarang statusnya masih tutor nanti insyaAllha ada rezeki di angkat jadi pamong bisa lomba kategori pamong. 


Host

:

Biasanya kalau sudah sekali ikut lomba kita termotivasi untuk lomba lagi- lomba lagi tapi bukan mengejar juara, tapi kita pingin prove, pengalaman kita berbagi. Haris ikutan 2018 walaupun bukan karena juaranya, tapi karena memang “Ya Allah” ternyata tulisan kita kepake, tulisan kita benar-benar dibaca sam juri, dan ini bisa diaplikasikan di PKBM yang lain, di SKB yang lain itu luar biasa banget. 

Iklan ASTINA lagi, karena ini lagi seru-serunya, lagi gembor-gemborkan apalagi bagi teman-teman tutor semuanya “semangat dong”, jangan sampai enggak karena ASTINA itu cuman sekali di tahun 2021ini, nanti di 2022 mungkin namanya nggak ASTINA lagi, karena iti ikut. Seperti apa prosedur, syarat-syaratnya dan kategorinya apa saja. Saya kasih lagi iklan ASTINA. 

Ada tiga kategori ada tutor kreatif, tutor inivatif dan juga tutor berdedikasi. Kita akan ngobrolin setelah tadi kita ngobrol tentang masalah perjalanan Uni Ami sampai melancong ke mana-mana, sekarang pengalaman beliau sebagai seorang guru karena berguru dari siapa aja. Ada tiga kategori ada tutor inovatif, kreatif, sama berdedikasi. Minta bocoran pendapat Uni sendiri sebenarnya kalau seorang juara memilih sebuah kategori tutor inovatif harus kayak gin, kreatif yang kayak gini, berdedikasi kayak gini, Uni Ami sendiri menilainya seperti apa? 


Narasumber

:

Kemarin kan juga ikut baca-baca juknisnya, dan ada larangannya peserta tidak pernah juara nasional, mungkin untuk tutor inovatif kita dituntut untuk mencari model-model pembelajaran kedepannya yang memudahkan, yang tanpa harus tatap muka, tapi tujuan pembelajaran tercapai. Itu pasti sulit karena kan kita sudah mencoba ketika daring seperto saat ini, ketika pembelajaran lebih banyak lewat WA, atau lewat mungkin Google Drive kalau pribadi merasa ketercapainya cukup rendah kecuali memang warga belajar itu memiliki daya tarik yang tinggi untuk belajar, kalau merekanya cuek ya cuek aja kita, tantangan mungkin. Inovasi seperti apa yang bisa dibuat sehingga warga blajar tertarik walaupun lewat daring. 

Kalau kreatif harus yang aktif media sosialnya, sebenarnya sayang kalau kita melakukan inovasi misalnya hari ini kita menggunakan media pembelajaran yang bau, tapi tidak kita dokumentasikan, kita videokan padahal seperti ada lomba seperti ini, kita sudah menerapkan tapi lupa memvideokanitu kan sedih, jangan terulang lagi kedepannya. Mungkin kelihatannya kita lebay karena semuanya direkam atau divideokan tapi memang itulah tuntutan zaman sekarang itu jadi apa yang kita lakukan di dokumentasikan, bikin penjabarannya yang jelas jadi nanti ketika kita melaporkannya, ketika kita mengikuti sebuah ajang kita sudah punya bahan-bahannya. 


Host

:

Bocoran dari Journey seorang Uni Amy itu ternyata memang untuk tutor yang berdedikasi nggak harus daerah 3T, tapi juga beliau bisa berimajinasi ketika berada di 3T, momem-momen atau metode pembelajaran seperti apa yang bisa dibawa untuk diajarakan disana, diaplikasiikan disana.  


Narasumber

:

Karena kita bisa jadi mengalami kondisi dan kita muncul sebuah ide, jika kita bisa menuangkannya dalam tulisan, bisa jadi nanti kalau tidak kita tulisankan atau kalau kita tidak tulisan kan kita kan lupa. Tapi kalau kita menulis insyaAllah kita akan ingat.


Host

:

Uni sebelum nanti kita masuk bagi-bagi door prize 5 buah buku dari Uni Ami, saya pengen tahu deh tentang buku sebenarnya ceritanya tentang apa? 


Narasumber

:

jadi buku perjalanan dari SMA, awalnya ami itu pengen jadi guru SD tapi takdir Allah jadinya guru matematika. Perjuangannya, kuliahnya, orang tua sakit, sampai perjuangan mengikuti lomba dari nggak punya harapan untuk juara soalnya kan dibilang Bukittinggi bukan daerah terpencil waktu itu, katanya kalau ikut nanti nggak bakalan juara. Ternyata kehendak Allah beda. Semua perjalanan terus susah payahnya ngurus visa yang berdarah-darah, ngurus paspor. intinya dari buku ini alasan utama mengajar di sekolah kesetaraan itu karena memikirkan orang tua, kalau untuk orang tua itu pasti Allah yang kasih balasannya. 


Host

:

Betul, memang kalau kita tidak memperhitungkan apa yang kita berikan kepada orang tua sebenarnya orang tua juga sama tidak pernah memperhitungan apa yang diberikan pada kita, dan insyaAllah Allah yang membalasnya.

Uni ada nggak kisah-kisah romantis di dalam novelnya?


Narasumber

:

Ini bukunya ditulis ketika masih jomblo jadi belum ada kisah romantisnya, belum Mas Haris di buku kedua insyaAllah. 


Host

:

Kere pengalamannya, mungkin dengan sudah mendua sama mister Renaldy, kemudian dengan pengalaman berkeluarga dan sebagainya bagaimana format berkeluarga seorang juara akan kita tunggu di buku kedua. 

Sebenarnya masih banyak yang harus saya tanyakan sama Uni, untuk penutup kita ada mungkin pesan-pesan khusus sebelum meninggalkan dunia maya ini! 


Narasumber

:

Oke, terima kasih sebelumnya untuk Mas Haris, untuk semua yang sudah menonton, sebelumnya juga terima kasih untuk dinas pendidikan Sumatera Barat DPD Sumbar, FTPKN nya, Forum Tutor Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, dan terima kasih untuk SKB tempat saya sudah berkarya dan bernaung yang sudah memberi kesempatan untuk mengajar. Pesannya ketika kita mengajar lakukan saja sepenuh hati jangan takut kita akan terlebih atau terugi, ketika kita melakukan sesuatu kalau kita pasang niatnya sungguh-sungguh untuk mencerdaskan anak, dan itu niatnya untuk kemajuan lembaga kita pasti Allah akan berikan imbalan untuk itu, terlepas itu dihargai atau tidak oleh orang lain. Ketika pertama kali mengajar di SKB itu dipandang sebelah mata “Oh ngajarnya di SKB”, ada kesan seperti sepele tapi itu menjadi motivasi kita. siapa yang menyangka seorang tutor SKB ternyata punya kesempatan untuk ke luar negeri, dengan dibiayai oleh pemerintah. Ini juga kesempatan bagi tutor seluruh Indonesia karena pemerintah sudah menyediakan ajak untuk kita berprestasi seperti tahun ini ada ASTINA, kami sangat mengharapkan tutor yang punya ide, yang belum mencoba, kadang kita tidak tahu potensi kita yang sebenarnya. Kita jadi kita memiliki potensi tapi kita tidak memperlihatkannya, atau kita mengukur rendah diri kita sendiri, dan kita yang menjudge dulu kita tidak mampu padahal sebenarnya kita mampu. Jadi jangan pernah bilang dulu “Oh nggak bisa atau saya nggak mampu” coba dulu setelah kita coba kalau memang kita gagal baru kita bilang “oh kita belum beruntung”. 


Host

:

Asik banget, keren banget motivasi dari Uni Ami, yang namanya berusaha itu nggak ada salahnya karena kita sebagai manusia wajib berusaha yang jujur ya Allah. Jadi memang harus mencoba dan mencoba. 

Untuk penutup kita kasih applause dulu yang meriah semuanya buat Uni Ami,,, luar biasa sekali, sangat inspiratif semoga nanti bisa main kesana walaupun kemarin dua kali kesana tapi nggak ketemu sama Uni Ami, sayang banget, insyaAllah lain kali kita ketemu.

Baik tutor hebat semuanya nggak kerasa waktu kita sudah dipenghujung banget, karena memang waktu itu nggak kerasa kalau cerita tuh banyak ingin berbagi terus. Pastikan teman-teman semuanya tetap pantengin channel-chanel atau media sosial yang ada di kita di TVTara tentu saja, tapi yang pasti di sini akan ada tutor-tutor hebat lainnya seluruh Indonesia akan tampil. Selain Uni Ami, kemarin Mas Jumadil, dari Flores dan macam-macam lagi akan tampil di sini. Karena itu kita akan berbagi semuanya dan mungkin anda yang akan menjadi penampil berikutnya tutor hebat yang menginspirasi semuanya. Kami masih membuka peluang-peluang dari tutor hebat semuanya untuk mengirimkan video. Kalau Uni punya video berkaitan dengan video kegiatan pembelajaran, video-video tentang ada anak-anak yang nyanyi mungkin, nanti akan kita putarkan di channel ini, di acara seperti ini juga bisa berbagi semua bahwa yang namanya tutor pendidikan kesetaraan luar biasa bisa menghandle berbagai macam hal dalam satu lembaga.

Oke, Uni terima kasih kebersamaannya, sehat selalu selamat berbuka nanti sore. 

Baik tutor hebat semuanya demikian untuk Podcast kita yang kesekian kalinya, dan jangan lupa tetap ikuti Podcast kita berikutnya kerena pasti menghadirkan yang luar biasa lagi.

Saya Haris Shafifix undur diri dulu, mohon maaf kalau banyak omong banyak kata yang salah, tapi pastinya acara ini bermanfaat bermanfaat untuk menginspirasi semuanya.

Tutor Hebat MemperkokohIndonesia.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Goodbye 


Narasumber

:

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh


( MasLik)





×
Berita Terbaru Update