Notification

×

Today's quote

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mengapa Soal Modul harus bertipe AKM?

4 Agu 2021 | Agustus 04, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-04T08:18:26Z

 


Ada banyak hal yang harus kita hadapi dalam menghadapi  perubahan yang sangat cepat, kita harus mampu melakukan analisis-analisis agar mampu tetap survive. 

Yang harus dikerjakan teman-teman tutor adalah:
1. Kami harapkan pertama adalah memperbaiki data peserta didik, rombelnya diperbaiki, agar mudah untuk melakukan pemetaan dalam pelaksanaan AKM. Penataan rombel ini harus tepat, demikian juga penataan tingkatan. Nanati akan kelihatan kemampuan lembaga dalam pelaksanaan AKM, ujian, dan lainnya. 

2. Kedua, bagi satuan pendidikan harus melakukan pengembangan kurikulum berbasis pada kontekstual. Sebagai ketua PKBM tidak bisa 100% diserahkan kepada tutor arahnya mau ke mana. Maka harus dirumuskan benar-benar terutama warga belajar yang tengah berproses belajar ini mau dibawa ke mana. Karena tiap PKBM berbeda visi dan misinya. Ada yang orientasi ke wirausaha, ada juga yang orientasi kepada pendidikan lanjutan. 

3. Ketiga, untu para tutor mulai pembelajaran itu harus sudah mengarah kepada AKM. Artinya mengarah kepada pengembangan kompetensi literasi dan numerasi dalam pembelajaran. Ini berlaku semua mata pelajaran. Misalnya, mencari informasi, mengolah, menyimpulkan dan juga mengkontektualisakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting dilaksanakan jangan diserahkan dan terserah pada tutor.

Namun demikian wilayah tutor ada pada tanggung jawab mengembangkan evaluasi dan penialaian pada pesdik, tutorlah ujung tombaknya. Bukan pengelola PKBM-nya tetapi tutor yang harus lakukan dengan cermat dan terukur. Kecuali di akhir masa studi, yang menentukan kelulusan baru ketua satuan pendidikan, namun tidak melulu mesti  harus melakukan musyawarah dengan dewan tutor. 

Walalupun tutor punya wewenang melakukan evaluasi, maka tutor tidak memiliki kewenangan melukiskannya. 

Selain itu, arah pencapaian kompetensi juga diserahkan kepada tutor, terrmasuk perkembangan pembelajaran peserta didik. 

Evaluasi AKM
Perlu ditegaskan bahwa  evaluasi oleh tutor dengan pola AKM bukan untuk memvonis WB:  "kamu pinter, kamu bodoh". Tetapi dengan evaluasi  ini kita bisa memberikan pelatihan yang tepat. karena semua WB tidak mungkin memiliki kemampuan yg sama. Mungkin ada yang ketinggalan dan maju pada bidang tertentu. Masing-masing inilah tutor harus mengetahui, dan inilah inti pembelajaran yang berpusat pada pesdik. Jadi bukan maunya tutor. 

Dan masih banyak lagi point-point penting dari Direktur Direktorat  Pendidikan Masyarakat dan pendidikan Khusus (PMPK) Kemendikbudristek RI. Silakan simak pesan-pesan lainnya dalam channel YouTube DPP DTPKN, tvTARA7. 
SALAM (MK)




×
Berita Terbaru Update